Jumat, 06 Desember 2013

Lelaki Petualang Asmara Ketanggor Oleh Gadis ABG

Lelaki Petualang Asmara Ketanggor Oleh Gadis ABG

dia-5-des
Meski sudah berkeluarga Irwan, 35, masih juga suka menjadi petualang asmara, kencani sejumlah gadis dengan gratis. Tapi giliran menyatroni Fitri, 16, karyawan binatunya, dia ketanggor karena gadis ABG itu hamil. Walhasil Irwan dikejar-kejar untuk menikahinya.
Jika berkeluarga diartikan sekedar ajang penyaluran nafsu biologis, banyak orang yang yang tak menghargai sakralnya sebuah lembaga perkawinan. Ketika dia pengin “menu” lain, dengan entengnya berpaling ke wanita lain untuk barang sejenak. Begitu dia sudah dapat itu barang, kembali dia berpindah ke perempuan lain sekedar untuk memuaskan syahwat. Benar-benar telah menjadi penjahat kelamin.
Agaknya seperti ini pula prinsip hidup Irwan, warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda, Kalimantan Timur. Di samping tampang memadai, dia punya teknik menaklukkan wanita, sehingga dia akan pasrah diapakan saja. Padahal bagi Irwan, kepasrahan cewek itu sekedar untuk pemuasan nafsu sementara saja. Nantinya jika sudah glegeken (puas), tinggal kabur untuk hinggap ke kembang lain. Kelakuan Irwan memang macam kumbang, tapi dia berkepala hitam.
Terakhir, cinta aspal Irwan jatuh pada gadis ABG bernama Fitri, yang notabene karyawannya sendiri dalam usaha binatu miliknya. Celakanya, si gadis belum tahu karakter sang juragan, sehingga ketika dia merayu-rayu untuk hubungan intim bak suami istri, menurut saja. Tak kurang dari 15 kali gadis tetangga kampung itu digauli. Sepertinya Fitri juga sangat menikmati, terbukti sampai 15 ronde diajak naik ring, dia tak pernah mengeluh apa lagi menolak.
Irwan pikir aksi mesumnya bersama Fitri takkan menjadi masalah, karena selama ini aman-aman saja. Ternyata seminggu lalu ABG tersebut mengadu bahwa sudah hamil 3 bulan dan menuntut untuk menikahi segera. Dasar Don Yuan cap kampak, bukannya langsung menyanggupi, Irwan malah minggat dan meninggalkan usaha binatunya.
Jelas pelarian Irwan takkan menyelesaikan masalah, karena polisi akan terus memburunya. Dan ternyata benar, hanya dalam tempo tiga hari dia berhasil dibekuk dan digelandang ke Polres Samarinda. Dalam pemeriksaan dia mengakui segala perbuatannya. Rupanya dia sudah pasrah. Dituntut secara hukum oke, dituntut ke KUA juga tak menolak.
Tetapi pada polisi dia sempat curhat pula, bahwa selama menggauli Fitri dia lebih banyak ”main di luar”, karena ukuran rudal miliknya yang super jumbo. Katanya, dulu onderdil miliknya normal-normal saja, tetapi ketika diajak teman kepada orang pintar dan diberi suntikan, mendadak ”si burung” ukurannya menjadi jumbo. ”Nggak tahu disuntik apa dulu,” katanya terus terang.
Oo, itu suntikan solikin, coy. (SPO/Gunarso TS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar