Jumat, 06 Desember 2013

Cuma Sekedar Nagih Utang Bukan Kencani Bini Orang

Cuma Sekedar Nagih Utang Bukan Kencani Bini Orang

nah-sub
BILA komunikasi dalam rumahtangga tak lancar, akibatnya ya seperti Ny. Rini, 34, dari Bogor. Dia terima menginap lelaki tanpa setahu suami, sehingga digerebek. Padahal anak muda itu, Sofian, 23, menginap di sini hanya mau nagih utang bukan dalam rangka menggoyang bini orang.
Benar kata Gubernur Jokowi, jika komunikasi baik, semuanya bisa lancar. Warga yang tak mau dipindah ke Rusun, dengan komunikasi makan bersama, akhirnya siap pindah. Bahkan DPRD DKI sekalipun, setelah diajak makan bareng Jokowi di rumah dinas Taman Surapati, akhirnya hubungan jadi mesra, tak sebentar-sebentar mengecam Jokowi. Tak tahu dengan H. Lulung Lunggana, karena anggota DPRD satu ini nggak ikut makan bersama di rumah Jokowi.
Komunikasi dalam rumahtangga juga penting, tapi rupanya hal ini tak disadari oleh Ny. Rina warga Kampung Kabandungan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Bogor. Ada anak muda teman lama mau nginap di rumah, tak dikomunikasikan dengan suami. Akibatnya, Normalis, 48, suaminya mengajak warga untuk menggerebeknya. Padahal lelaki tamu itu sekedar mau menagih utang, sekalian persiapan berangkat ke Jakarta besok paginya.
Ny. Rina memang tipe wanita yang tak mau diatur suami. Segala masalah mau diselesaikan sendiri, tanpa menunggu urun rembug kepala rumahtangga. Normalis sebagai kepala keluarga, sering hanya terima matengnya doang, tak diajak bicara. Jadi fungsi suami tak lebih hanya pengobat dingin di malam hari saja.  Rina menjadi demikian dominan dalam keluarga, karena dia menjadi sumber penghasilan keluarga.
Dalam kegiatan bisnisnya, Rina sampai punya utang pada Sofian, warga Kelurahan Dayeuh Luhur. Jumlahnya tak begitu banyak sih, hanya Rp 600.000,- Itu pun dia mau meminjami karena pernah dijanjikan mau dikenalkan dengan familinya, perempuan yang cukup cantik. Tapi begitu kenal, ternyata gadis itu di luar standar Sofian, sehingga dia tak berminat untuk mengambilnya sebagai istri.
Namun demikian hubungan dengan teh Rina, begitu Sofian menyebut, tetap akrab-akrab saja. Beberapa hari lalu dia bermaksud menagih uang tersebut, karena mau dibuat bekal cari kerja ke Jakarta. Rina menjanjikan malam hari. ”Datang saja ke rumahku nanti malam. Kalau kemalaman, nginep juga nggak apa-apa?” kata Rina.
Tanpa berfikir yang mboten-mboten, Sofian pun mendatangi rumah sang debitor. Ternyata Rina baru pulang pukul 22.00. Utang Rp 600.000,- berhasil dibayar. Tapi mau pulang sudah kesulitan angkot, sehingga seperti yang dijanjikan tuan rumah, Sofian terpaksa menginap di situ.
Tanpa setahu Sofian tentu saja, malam itu Normalis yang baru pulang dari luar kota, sangat kaget demi melihat di ruang tamu ada lelaki tidur-tiduran di sofa. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 24.00. Langsung saja dia cemburu bahwa istrinya telah memasukkan lelaki lain di kala dia tak di rumah. Dia pun lapor Pak RT, dan mengajak sejumlah orang untuk menggerebeknya.
Karena tak ada niat macem-macem, digerebek pun Sofian juga tak berusaha sembunyi. Dia pasrah saja ditarik dari ruang tamu dan disidangkan di balai warga. Tapi dalam pemeriksaan, dia sumpah bahwa hanya nagih utang belaka, tak ada niat mau macem-macem dengan bini orang. Lantaran saat digerebek juga tak ditemukan berdua dalam satu kamar, akhirnya Sofian dibebaskan tanpa kena sanksi apapun. Kepada Rina Pak RT juga minta untuk lebih banyak berkomunikasi dengan suami.
Iyalah, jangan cuma komunikasi sambungraga doang! (RP/Gunarso TS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar