Sabtu, 01 Mei 2010

Bantu Pasangan Atasi Disfungsi Ereksi


Yulia Permatasari pada Jumat, 30 April 2010 16:55 WIB telah merilis di Mediaindonesia tentang Bantu Pasangan Atasi Disfungsi Ereksi sheknows.com.inilah ceritanya.

SETIAP pasangan bisa menemui masalah di tempat tidur. Salah satunya, disfungsi ereksi (ED) yang menimpa lelaki. Diperkirakan, sekitar 15 juta sampai 30 juta penduduk Amerika Serikat mengalami ED, yang umumnya menimpa lelaki berusia di atas 40 tahun.

ED didefinisikan sebagai ketidakmampuan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi yang memadai untuk fungsi seksual. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti pengobatan, depresi, stres, kelainan hormonal, dan faktor lainnya.

''Ini merupakan gangguan yang umum. Saat ini ada bukti meyakinkan bahwa disfungsi ereksi, dalam beberapa kasus, adalah prekursor atau penanda masa depan untuk penyakit kardiovaskuler,'' jelas Ira Sharlip, MD. seorang urolog di San Francisco, seperti dikutip situs webmd.com.

Lantas, apa yang mesti dilakukan jika pasangan mengalami disfungsi ereksi?

Memeriksakan diri
Sharlip merekomendasikan perempuan mendorong pasangannya untuk dievaluasi risiko kardiovaskular, jika masalah ereksi tersebut bertahan sampai tiga bulan atau lebih.

Penelitian terakhir menunjukkan, ED dapat dihubungkan dengan diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, serta stadium awal penyakit jantung. Jadi, mendorong pasangan untuk memeriksakan diri ke dokter merupakan tindakan awal yang baik.

''Masalahnya, ada lelaki yang tidak mau memeriksakan diri karena merasa malu dan penyangkalan. Jika seorang lelaki mengalami disfungi ereksi, dia memiliki kesempatan untuk merubah gaya hidup demi mengurangi risiko tinggi terkena serangan jatung,'' jelas Sharlip.

Bicara dengan pasangan
Menurut Marianne Brandon, Ph.D., psikolog klinis, terapis seks, sekaligus penulis buku 'Reclaiming Desire', masalah di tempat tidur merupakan hal yang wajar dialami pasangan.

'''Saya menyarankan perempuan untuk menyadari bahwa merupakan hal yang norman untuk memiliki kekhawatiran seksual. Jika perempuan mampu berkata, 'Aku tahu kita memiliki kehidupan seks berkualitas dan setiap orang memiliki kekhawatiran,' hal itu akan membantunya merasa tidak terlalu dikritik.''

Jika pasangan tidak mau membicarakan kekhawatiran mereka, masalah tersebut akan mencapai puncaknya waktu demi waktu. Meskipun pembicaraan tersebut mungkin sulit dilakukan, Brandon menyarankan, hal tersebut penting demi masa depan hubungan Anda.

Para pakar mengatakan, ED merupakan masalah pasangan dan dapat diatasi dengan bekerja sama. Selain membicarakannya, Anda dapat menawarkan diri membuatkan janji temu dengan dokter untuk pasangan, menemaninya memeriksakan diri, atau menyiapkan daftar pertanyaan yang ingin diajukan jika dia menganggapnya berguna.

Kehidupan seks berkualitas
Disfungsi ereksi bisa menjadi sebuah metafor atas apa yang terjadi dalam kehidupan seorang lelaki, ujar terapis seks Brandon. ''Jika dia merasa tidak mampu berhasil, pikiran itu akan mempermainkannya secara seksual. Jika dia memiliki kecemasan tentang performa, hal itu akan membuat keadaan memburuk.''

Cobalah untuk tidak terlalu berorientasi tujuan dalam hubungan seks, saran Brandon. Sekain itu, lepaskan gagasan tradisional yang mengganggap hubungan seks berarti intercourse dan harus diakhiri dengan orgasme.

Coba mengeksplorasi berbagai kemungkinan lain, misalnya memperbanyak foreplay, bereksperimen dengan berbagai jenis sentuhan, atau belajar bagaimana cara merasakan kenikmatan yang lebih.
Jika tujuan Anda semata-mata adalah kenikmatan, maka perhatiannya akan sedikit teralih dari ereksi.

Selain itu, pikirkan kemungkinan untuk menciptakan dialog tentang kehidupan seksual Anda. Tindak lanjuti pembicaraan tersebut dengan pasangan. Sebab, menurut Brandon, sering kali jika ada kekhawatiran seksual, masalah sebenarnya jauh lebih besar daripada seks itu sendiri.

''Hal itu bisa berhubungan dengan kemampuan manusia untuk terhubung secara emosional dan rasa kepuasan mereka. Pasangan yang lebih puas secara seksual merasa lebih puas dengan kehidupan perkawinan mereka dan dengan hidup mereka,'' pungkasnya. (Mediaindonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar