Minggu, 01 Agustus 2010

Seks, Sebuah Kesenangan Bukan Keterpaksaan


Suara merdeka pada 24 Juni 2010 | 15:00 wib yang lalu telah merilis tentang Seks, Sebuah Kesenangan Bukan Keterpaksaan dan inilah faktanya.

SEKS adalah sebuah kesenangan, untuk saling berbagi kenikmatan, kepuasan, cinta dan kasih sayang. Sayangnya, demi memberikan kepuasan pada pasangan, Anda lantas dilanda kebingungan, ketidakyakinan bahkan ketakutan melakukan hal baru dalam bercinta.

Sebuah dilema, bukan?

Bijaknya, jika Anda mengetahui terlebih dulu gaya bercinta, lengkap dengan segala efek dan penyimpangannya. Semisal anal seks yang berbahaya bagi kesehatan untuk dilakukan, karena lubang dubur tidak elastis.

Perlu Anda ketahui juga tentang penyimpangan Sado Masokis. Karena terkadang tak disadari, pasangan Anda ternyata adalah seorang sado.

Sado adalah kelainan seksual dimana seseorang merasa terangsang saat melihat pasangan seksnya kesakitan. Sedang masokis berkebalikan dari sado, yaitu seseorang yang terangsang justru saat merasakan sakit.

Sebaiknya bicarakan berdua dengan pasangan, sebelum memutuskan mencoba variasi baru. Setidaknya harus ada kesepakatan bersama untuk memulainya, karena jangan sampai di tengah jalan, Anda menolak, dia marah lalu kegiatan bercinta bubar jalan.

Ya, seks bukanlah sebuah pemaksaan atas sesuatu yang tidak disukai. Karena seks, sebuah proses take and give harus berjalan. Maka ketika pasangan meminta hal yang aneh-aneh, semisal bercinta dengan borgol di tangan, cambukan di sekujur tubuh hingga membawa pisau (meski hanya pura-pura), sebaiknya pertimbangkan dulu sebelum menyetujuinya. Karena bisa jadi, inilah awal penyimpangan seksual itu terjadi.

Dan tak dipungkiri, penyimpangan seksual terjadi karena film porno memiliki pengaruhnya. Gambar hidup yang makin marak beredar di jagad maya, diunduh gratisan, dikemas begitu dramatis memang sanggup memunculkan rasa penasaran para penikmat untuk meniru dan melakoni adegan demi adegan yang berkelebatan di depan mata. Namun nyatanya "panas"nya sebuah film panas bisa jadi tak sepanas yang dilihat, karena muatan dari film itu hanyalah tipuan, kepalsuan dan akting semata.

Intinya, tak ada salahnya menjajal variasi dan belajar banyak gaya bercinta. Asal dilakukan dengan benar, bukan tanpa paksaan. Ibarat masakan, seks bisa jadi indah jika ditambah "bumbu penyedap". Yang terpenting, seks harus bisa dinikmati bersama, dengan segala rasa puas dan nyaman, bukan karena keterpaksaan sepihak. (maya/CN19)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar