Rabu, 11 Agustus 2010

Kenapa Pria Selingkuh?



Tentang cinta, Suara Merdeka pada 06 Agustus 2010 telah merilis masalah Cinta kenapa Pria Selingkuh?

MASIH ingatkah kasus yang menimpa Sandra Bullock atau Jeniffer Aniston? Pesohor dari tanah Hollywood itu harus menghadapi kenyataan, pasangannya bermain curang di belakang mereka. Ya, ada banyak pemicu yang mendorong seseorang untuk selingkuh, dan beberapa alasannya mungkin akan mengejutkan Anda.

Poling pernah dilakukan terhadap pria dari berbagai profesi yang berusia 25-35 tahun. Dari mereka terungkap, ada perbedaan yang cukup krusial antara batasan selingkuh di mata pria dan wanita. Sebagian pria mengatakan, jika hanya kencan biasa itu bukan selingkuh. Sedang yang lain mengatakan, seseorang baru dikatakan selingkuh jika sudah melakukan hubungan fisik, seperti one night stand.

Dari para pria yang pernah berselingkuh kemudian muncul pertanyaan, mengapa mereka (pria) bisa sampai jatuh dan tidak tahan tergoda untuk mendua? Berikut ini alasannya,

1. Kepuasan seks

Siapa pria yang tidak akan tergoda wanita dengan lekuk tubuh indahnya, dada yang berisi atau kulit putih bak porselen. Seperti halnya Adam yang tergoda Hawa, pria terkadang tak bisa menahan hasratnya untuk berpetualang ke lain hati demi mencari
kepuasan seks.

2. Bakat alam

Pria diciptakan sepaket dengan tingkat ego mereka yang tinggi. Hal ini terkait dengan dorongan biologis pria, sebuah bakat alam yang dimiliki pria dan telah berevolusi selama jutaan tahun. Bagi sebagian pria, kehidupan monogami (pernikahan seumur hidup) yang dijalaninya adalah suatu pengikat dalam satus sosialnya yang ketat membelenggu. Maka saat ada kesempatan bertemu orang-orang baru di luar kehidupannya, pria dengan egonya yang tinggi lantas berusaha menunjukkan eksistensinya, untuk menaklukkan wanita.

3. Rebounds

Alasan klasik ini masih sering digunakan para pria untuk melegalkan perselingkuhan mereka. Dengan alasan ego dan harga diri yang terinjak-injak, pria yang diselingkuhi pasangannya terlebih dulu lantas berusaha membalas dengan melakukan perselingkuhan "kalau kamu bisa, kenapa aku tidak?"

4. Rehat dari Komitmen

Saat hubungan mulai berjalan serius, ada komitmen yang harus dipegang. Komitmen ini lantas membuat pria terpenjara dan merasa terbebani. Untuk mengatasinya, pria butuh pelarian sesaat, dan yang mereka pilih adalah perempuan lain.

5. Perubahan standar

Cara pandang terhadap pasangan seiring berkembangnya hubungan mengalami pergeseran. Saat kebutuhan lain yang jadi prioritas pria,
sekarang tak lagi bisa dipenuhi pasangannya, maka untuk memenuhi inginnya saat ini, ia lantas mencari-cari sosok yang ideal di luar.

6. Suka tantangan

Mengacu pada poin 2 bahwa pria diciptakan dengan ego yang tinggi, maka beberapa pria mengganggap perselingkuhan seperti sebuah tantangan. Pria merasa egonya terpenuhi, merasa lebih hebat dan bangga dengan petualangan yang dilakukannya. Meski butuh nyali besar dan kelihaian mengatur strategi bermain api, bagi pria itulah serunya. Selain bisa menikmati asiknya meluluhkan
hati wanita.

7. Minder

Sebagai pria, ada perasaan minder melihat kesuksesan pasangannya. Egonya sebagai pria seperti berada di titik nadir. Efek karambol atas keminderannya adalah munculnya perasaan tidak nyaman. Dan untuk mengatasinya, pria lantas mencari-cari cara agar bisa keluar sementara dari zona tidak nyaman itu.

8. Just for fun

Jika wanita bicara dengan hati dan perasaan, maka pria tidak. Karenanya pria jarang terlibat emosi saat terlibat asmaradengan perempuan lain yang bukan pasangannya. Bagi mereka, toh, hanya sekedar bersenang-senang dan 'no hard feeling'(Suaramerdeka)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar